
Judulnya kayak trayek bus AKAP ya??! Meski tidak baik bus, tapi itulah rute perjalanan saya waktu liburan medio Juli 2008 kemaren. Menghadiri acara perkawinan teman di Semarang yang menjadi alasan kami waktu mengajukan cuti ternyata hanya menjadi porsi kecil dalam perjalanan kami yang sesungguhnya. He...he... Soalnya kalau ndak gitu, susaaah dapat ijin cutinya dari kepala Kakap kami. Perjalanan kami mulai dari bandara Syamsuddin Noor di Banjarbaru. Pesawat Airbus Mandala yang akan membawa kami ke Yogya datang tepat dan berangkat tepat waktu. Ini seperti menjadi pertanda bahwa perjalanan kami akan lancar-lancar saja.Kabin pesawat yang masih baru membuat perjalanan kami terasa menyenangkan. Diatas aku sempat mengambil gambar puncak Merapi yang menyembul seolah menyibak gugusan awan diatasnya.

Bungas banar......gitu kira-kira dalam bahasa Banjar.
Oh ya..ada sesuatu yang lucu waktu temen perjalananku disewoti ama pramugari Mandala yang ndak suka diambil gambarnya waktu memperakan penggunaan alat keselamatan penerbangan. Tapi dasar hobi njepret......suasana yang seharusnya memalukan itu malah jadi bahasan menarik buat kita. Adrenalin naik cing........soalnya jarang juga dimarahin ama cewek cakep. Adrenalin yang sudah turun sempat naik lagi karena terdengar suara glodak-glodak yang cukup keras ketika roda pesawat mau dikeluarin. Kami pikir rodanya lepas atau ndak mau keluar. Ampuuuuuun....... Tapi syukurlah semua yang kami khawatirkan tidak terjadi karena pesawat kami mendarat dengan muluuus di bandara Adi Sucipto, Yogyakarta.
Dalam perjalanan dari bandara Adi Sucipto ke hotel Kumbokarno yang menjadi base camp kami selama di Yogya, aku ma keluarga naik taksi bandara yang namanya aku lupa namun ku ingat pasti kalo merknya Hyundai Elantra. Kenapa.....karena anakku langsung teriak2...pa..pa taksinya Hyundai Cakrak kayak mobil kita....weleh...weleh mobil kebanggaanku ternyata di Yogya cuma jadi taksi. Nasib....nasib. Singkat cerita kami sampe di hotel Kumbokarno yang posisinya tak jauh dari Malioboro. Malamnya kami langsung hang out naek b'cak ke Malioboro buat berburu Gudeg Yogya. Perburuan kami berhasil, kami dapat sebuah warung lesehan yang lumayan bersih dan memuaskan nafsu makan kami. Meski sedikit terganggu oleh pedagang asongan, peminta dan seniman Yogya yang berjuang mencari penghidupan tapi kami tak risau. Soalnya teman perjalananku ternyata dah "mecah celengan" dan membawa seluruh persediaan recehnya dari Banjarmasin. Kulihat anaknya suka sekali memberi. Kayak bapaknya kupikir, ndak dimintapun "dengan ikhlas memberi". Pa lagi kalo yang minta cewek........ha...ha....tarik maaaang.
Habis makan kami langsung balik ke hotel karena kantuk yang mulai menyerang. Setelah itu tau kan kira-kira apa yang kami lakukan.................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar