Rabu, 29 Oktober 2008

Road to Batola



Batola....Batola merupakan singkatan dari Barito Kuala yang merupakan sebuah kabupaten di Kalimantan Selatan. Batola berjarak kurang lebih 42 km dari Banjarmasin. Perjalananku ke Batola sebenarnya merupakan sebuah perjalanan yang tidak direncanakan. Kebetulan saja minggu yang lalu aku bersama beberapa rekanku dapat tugas "sosi" ke Batola. Dihadapan para bendaharawan kami harus cuap-cuap selama kurang lebih 3 jam. Lumayan... Nah kebetulan saja letak acara tersebut dipersis dipinggir sungai besar yang lumayan buat ngeshoot. Inilah sebagian hasil nya.....

Kamis, 23 Oktober 2008

Sabtu, 06 September 2008

Lintas Kalimantan

Hari Pertama... Bulan Agustus 2008 lalu, aku dan beberapa teman ku melakukan perjalanan singkat ke Kalimantan Timur. Lagi-lagi.....ada resepsi perkawinan mantan temen kantor di kota minyak Balikpapan. Kami memang rajin "mbecek". Begitu orang Jawa bilang bagi orang yang datang ke acara perkawinan. Perjalanan ini merupakan perjalanan darat pertamaku ke Kalimantan Timur. Suasana indah dan khas Kalimantan sayangnya ndak diimbangi dengan indahnya jalan trans Kalimantan yang kami lalui. Setelah melalui Kab. Tanjung yang merupakan batas terluar Kalsel kami dihadang oleh jalan yang wow....asoi. Mobil goyang kanan...goyang kiri...bermanuver melalui jalan yang berkelok-kelok dan penuh lubang. Hingga akhirnya.......mabuk dech. Mungkin aku tidak akan sampai mabuk seandainya tidak makan Pop Mie dan Coffeemix di warung yang posisinya tepat di perbatasan Kalsel-Kaltim. Campuran mie dan coffemix ditambah goyangan mobil kami membuat perutku memberontak dan kepalaku meledak, sehingga aku mabuk persis ketika kami berhenti sebuah air terjun kecil di pinggir jalan trans itu. Wah...habis aku di ledek sama temen-temen seperjuanganku. Apes...apes...Pop Mie dan Coffeemix sompret.

Kamis, 04 September 2008

Yogya-Semarang-Malang Episode II

Isuk uthuk-uthuk......eh esuk paginya aku ma dua temenku "neruske lampah" ke Semarang. Kami naik bis travel yang jemput kami di sekitar Stasiun Tugu. Lumayan lama juga kami nunggu bis travel kami. Untung kami dihibur oleh sapaan hangat Bencong Yogya, rombongan Penganten Sunat dan atraksi solo dari pit motor yang jatuh tanpa sebab. Mabuknya belum ilang kali......he..he. Satu jam nunggu bis yang kami tunggu2 datang. Joglo Semar namanya. Setelah muter Yogya ambil penumpang dan berhenti di pool, akhirnya bis memulai perjalanan ke Semarang. Belum sampe 10 km temenku yang biasa naek bis AKAS langsung ngumpat-ngumpat. Pengen tau alasannya? Jarak segitu ditempuh dalam waktu hampir 1/2 jam. Bukan karena macet atau jalan rusak lo....tapi karena sopirnya nyetir bis kueeeeenceng kayak "dokar". Buat mengurangi keselnya temenku melahap habis jatah kue ama aqua nya. Sepanjang jalan entah berapa kali dilihatnya kardus jatah yang telah kosong itu. Mungkin dia berharap ki Semar mengisi kembali kardusnya dengan jatah kue dan aqua lagi..........Ha.....ha.....
Untung aja kami sadar kalo sopirnya orang Yogya. Pikir kami mungkin si sopir pengikut aliran kejawen "Alon-alon asal kelakon" pimpinan ki Semar yang menurut kami emang ndak bakalan bisa jalan cepet wong perut ama bokongnya guuuuede banggeeeet. Kalo ndak ingat itu, mungkin bis itu dah kami bajak dan tak suruh temen aku ngebut sak pol-pole. Soalnya hampir 4 jam di bis itu pantat kami rasanya "hot banget"......
Sampe di Semarang rupanya penderitaan kami belum berakhir. Sampe ditempat resepsi perkawinan temenku kami terpaksa ganti baju di dalam mobil karena temenku yang janjikan mo bukain kamar hotel di Semarang ternyata ingkar janji. Dasar.....eNdut. Jadilah atraksi "mobil goyang" terjadi di siang bolong. Bukan karena aksi seronok lo....tapi karena celana jean kami susah banget dilepas di dalam mobil sehingga kami harus goyang kiri dan kanan tuk melepaskan diri. Wis....wis.....apes tenan. Setelah salaman, foto dan makan di resepsi yang mewah itu, kami melanjutkan uji nyali ke Lawang Sewu. Di antar ama mama gaet, kami keliling dan foto2 di sana. Serem juga emang tempat itu. Sampe-sampe salah satu temenku ndak ikut masuk dan hanya makan rujak di bawah. Padahal dia ndak tau yang jualan itu..........
Di Semarang kami sempat di ajak makan ke sebuah rumah makan yang ramainya pol bahkan kami harus antre dulu sebelum dapat tempat duduk. Makanan disitu murah dan rasanya mak nyussss.
Dari Semarang kami balik ke Yogya naik mobil yang dicarterkan oleh temen kami yang domisili Semarang. Trims mas D. Sopirnya yang kulupa namanya lihai sekali. Goyang Semarang nya yahut banget waktu bawa mobil sehingga Semarang-Yogya cuma ditempuh dalam waktu 2 jam. Kami sampe di Yogya dengan selamat sekitar jam 7 waktu jawa dan malemnya aku langsung pules........

Rabu, 03 September 2008

Yogya-Semarang-Malang Episode I


Judulnya kayak trayek bus AKAP ya??! Meski tidak baik bus, tapi itulah rute perjalanan saya waktu liburan medio Juli 2008 kemaren. Menghadiri acara perkawinan teman di Semarang yang menjadi alasan kami waktu mengajukan cuti ternyata hanya menjadi porsi kecil dalam perjalanan kami yang sesungguhnya. He...he... Soalnya kalau ndak gitu, susaaah dapat ijin cutinya dari kepala Kakap kami. Perjalanan kami mulai dari bandara Syamsuddin Noor di Banjarbaru. Pesawat Airbus Mandala yang akan membawa kami ke Yogya datang tepat dan berangkat tepat waktu. Ini seperti menjadi pertanda bahwa perjalanan kami akan lancar-lancar saja.Kabin pesawat yang masih baru membuat perjalanan kami terasa menyenangkan. Diatas aku sempat mengambil gambar puncak Merapi yang menyembul seolah menyibak gugusan awan diatasnya.


Bungas banar......gitu kira-kira dalam bahasa Banjar.
Oh ya..ada sesuatu yang lucu waktu temen perjalananku disewoti ama pramugari Mandala yang ndak suka diambil gambarnya waktu memperakan penggunaan alat keselamatan penerbangan. Tapi dasar hobi njepret......suasana yang seharusnya memalukan itu malah jadi bahasan menarik buat kita. Adrenalin naik cing........soalnya jarang juga dimarahin ama cewek cakep. Adrenalin yang sudah turun sempat naik lagi karena terdengar suara glodak-glodak yang cukup keras ketika roda pesawat mau dikeluarin. Kami pikir rodanya lepas atau ndak mau keluar. Ampuuuuuun....... Tapi syukurlah semua yang kami khawatirkan tidak terjadi karena pesawat kami mendarat dengan muluuus di bandara Adi Sucipto, Yogyakarta.
Dalam perjalanan dari bandara Adi Sucipto ke hotel Kumbokarno yang menjadi base camp kami selama di Yogya, aku ma keluarga naik taksi bandara yang namanya aku lupa namun ku ingat pasti kalo merknya Hyundai Elantra. Kenapa.....karena anakku langsung teriak2...pa..pa taksinya Hyundai Cakrak kayak mobil kita....weleh...weleh mobil kebanggaanku ternyata di Yogya cuma jadi taksi. Nasib....nasib. Singkat cerita kami sampe di hotel Kumbokarno yang posisinya tak jauh dari Malioboro. Malamnya kami langsung hang out naek b'cak ke Malioboro buat berburu Gudeg Yogya. Perburuan kami berhasil, kami dapat sebuah warung lesehan yang lumayan bersih dan memuaskan nafsu makan kami. Meski sedikit terganggu oleh pedagang asongan, peminta dan seniman Yogya yang berjuang mencari penghidupan tapi kami tak risau. Soalnya teman perjalananku ternyata dah "mecah celengan" dan membawa seluruh persediaan recehnya dari Banjarmasin. Kulihat anaknya suka sekali memberi. Kayak bapaknya kupikir, ndak dimintapun "dengan ikhlas memberi". Pa lagi kalo yang minta cewek........ha...ha....tarik maaaang.
Habis makan kami langsung balik ke hotel karena kantuk yang mulai menyerang. Setelah itu tau kan kira-kira apa yang kami lakukan.................

Selasa, 02 September 2008

Pesona Lok Baintan


Lok Baintan??? Itu adalah nama sebuah daerah di dekat Martapura, Kabupaten Banjar yang berjarak kurang lebih 20 km atau 1,5 jam dari kota Banjarmasin dengan menggunakan kapal yang di daerah setempat di sebut kelotok. Di Lok Baintan kita akan disuguhi suasana sebuah pasar terapung atau pasar yang penjual dan pembelinya menggunakan kapal kecil yang disebut jukung.Suasana natural terlihat dari ragam dagangan dan cara bertransaksi yang dilakukan.Di pasar ini kita masih dapat menemui transaksi dengan cara barter.Natural dan langka sekali.....

Selasa, 05 Agustus 2008

Sunset Policy


Hari-hari terakhir ini, jajaran Direktur Jenderal Pajak diseluruh Indonesia sedang disibukkan oleh tugas dari para petinggi di Mabes Gatsu untuk mensosialisasikan "sunset policy" suatu kebijakan baru mengenai penghapusan sanksi administrasi bagi Wajib Pajak yang melakukan pembetulan SPT Tahunan PPh yang merupakan implementasi dari Pasal 37A Undang-Undang No. 28 Tahun 2007. Dari hasil penelusuran saya dari situs-situs praktisi perpajakan tampaknya sunset policy merupakan bahan perbincangan yang sedang hangat dibicarakan. Ada yang mendukung dan memberikan apresiasi pada jajaran Dirjen Pajak, namun tak sedikit yang memberikan pendapat minor dan curiga mengenai kebijakan ini. Bagaimana dengan anda? Mari kita berbagi rasa mengenai hal ini. Bebas dan Terbuka.